Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Hukum & Kriminal

Densus 88 Tangkap Delapan Terduga Teroris di Poso dan Parigi Moutong

badge-check


					Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap delapan terduga teroris yang diduga merupakan bagian dari jaringan sel tidur kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso. (Foto: Istimewa) Perbesar

Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap delapan terduga teroris yang diduga merupakan bagian dari jaringan sel tidur kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Parigi Moutong, Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap delapan terduga teroris yang diduga merupakan bagian dari jaringan sel tidur kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso.

Penangkapan dilakukan di dua wilayah, yakni Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Salah satu penindakan berlangsung di Desa Tomoli Utara, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, pada Rabu (6/5/2026) dini hari sekitar pukul 01.30 WITA. Dalam operasi tersebut, terduga pelaku diamankan tanpa perlawanan.

Selain di Parigi Moutong, operasi serupa juga dilakukan di Kabupaten Poso. Dari total delapan orang yang diamankan, masing-masing empat orang ditangkap di Parigi Moutong dan empat lainnya di Poso.

Usai penangkapan di Tomoli Utara, aparat langsung melakukan penggeledahan di rumah terduga. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa enam bilah parang, telepon genggam, dan kartu ATM.

Kepala Dusun I Desa Tomoli Utara, Jufri Haruji, mengatakan warga yang diamankan selama ini dikenal sebagai penjual buah dan beraktivitas seperti biasa di lingkungan masyarakat.

“Yang bersangkutan kesehariannya berjualan buah, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan di lingkungan warga,” ujarnya.

Ia menambahkan, penangkapan tersebut mengejutkan masyarakat karena sebelumnya tidak terlihat aktivitas mencurigakan dari terduga.

Saat ini, seluruh terduga telah dibawa oleh tim Densus 88 untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Aparat keamanan juga masih melakukan pengembangan guna menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam jaringan tersebut.

Penangkapan ini kembali mengindikasikan masih adanya aktivitas jaringan terorisme yang bergerak secara tersembunyi di wilayah Sulawesi Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Hukum & Kriminal